Buku Cara Mudah Segera Menikah, Solusi Bagi Pria Yang Resah Tentang Pernikahan

Buku Cara Mudah Segera Menikah, Yang di Resahkan Pria Tentang Pernikahan


Di jaman yang serba canggih dan modern ini, ternyata masih banyak pria-pria mapan dan berwajah menarik tapi masih berstatus lajang. Bahkan, sebagian besar dari mereka "Pria Mapan" masih mengaku belum siap untuk membangun rumah tangga, meski kebanyakan mereka telah mencapai usia matang. Lalu mengapa demikian? Apa yang terjadi dengan negeri ini? Lebay dikit, hehe

Muhammad Agus Syafii, Pria yang berprofesi sebagai konsultan keluarga sekaligus pengasuh Rumah Amalia ini mengatakan kebanyakan dari para pria mapan tersebut mungkin memiliki beberapa hal yang  masih saja diresahkan oleh mereka terkait keinginannya untuk segera menikah. Sehingga hal ini bisa membuat mereka belum siap untuk menuju ke jenjang pernikahan yang semestinya harus segera mereka rencanakan, mengingat usia dan perekononianya sudah matang. Hal tersebut terungkap dari sebagian besar konsultasi dari pria - pria mapan Muhamad A. S. sebagai konsultan keluarga kepadanya di Rumah Amalia.

"Awalnya, mereka hanya mengaku sulit untuk menemukan jodoh yang tepat dan menikah. Namun, di balik itu ada hal-hal yang mereka resahkan mengenai pernikahan," ungkap Konsultan Keluaarga sekaligus pengasuh Rumah Amalia di sela peluncuran buku "Cara Mudah Segera Menikah" di Jakarta, Rabu (20/1).

Menurut Agus, ada banyak keresahan yang timbul dari hati para pria mapan tersebut untuk menunda -nunda pernikahanya. Misalnya saja seperti merasa beratnya membangun komitmen untuk hidup bersama bersama pasangan hidupnya kelak. Biasanya, hal tersebut justru terjadi pada sebagian besar pria yang berpendidikan tinggi, dengan tingak pendidikan minimal sarjana dan telah bekerja. Bahkan, para pria mapan tersebut seringkali mengaku baru akan siap menikah apabila sudah bisa membeli sesuatu untuk kebutuhan pokok dalam membangun rumah tangga. yaitu salah satunya rumah.

"Lama kelamaan mereka malah enjoy dengan hidupnya sendiri," tambah Agus. Seperti lagu Kunto Aji yang berjudul "sudah terlalu lama sendiri" yang mungkin memang terinspirasi dari kehidupan nyata para pria mapan yang resah untuk segera menikah. hehe

Selain itu, sambung Agus, hal yang membuat para pria lajang tersebut resah adalah pemikiran bahwa pernikahan hanya akan membuat penderitaan saja. Bahkan banyak juga yang berpikir pernikahan adalah sebuah lembaga yang melanggengkan sebuah hubungan namun justru akan mengekang kebebasannya. Haduh kasian sekali ya pola pikir mereka, padahal menikah kan enak, hehe.

Hal tersebut terjadi karena di duga mereka berfikir bahwa setelah menikah para pria biasanya harus memikirkan anak dan istrinya. Contoh simpelnya saja, apabila biasanya para pria bebas berpergian sendiri kemanapun mereka mau, tapi setelah memiliki hubungan dalam pernikahan akan di repotkan dengan membawa atau mengajak keluarganya yaitu anak dan istrinya.

Agus juga mengatakan, hal-hal tersebut secara tidak langsung justru akan membuat kondisi orang sulit untuk menikah. Karena keresahan - keresahan yang mereka buat sendiri. Ironinya hal itu justru telah menjadi trend yang berkembang di sebagian besar masyarakat Indonesia.

Tidak heran pula jika saat ini semakin besar generasi yang justru memilih untuk menunda nunda menikah entah hingga kapan. "Terlebih bagi mereka para pria yang cenderung cuek, mereka tidak mau mendengar dengan omongan orang yang menanyakan kapan nikah, kapan nikah. Meskipun begitu mereka justru cenderung tidak khawatir walau belum menikah meski usia sebagian dari mereka telah menginjak usai 40 tahun," ucap Agus.

Untuk mengatasi beberap problematika tersebut itu, Agus telah meluncurkan sebuah buku berjudul "Cara Mudah Segera Menikah". Buku  dengan tebal 156 halaman tersebut ditulis olehnya berdasarkan pengalaman saat menangani para pria lajang yang mengaku sulit untuk menikah dan  belum juga menemukan jodoh untuk mengatasi sedikit banyak masalah yang di alami mereka.

Buku tersebut juga menyajikan beberapa cara untuk segera mendapatkan jodoh dan segera membina hubungan di dalam sebuah pernikahan. "Buku tersebut di sertai juga beberapa pengalaman para pria lajang yang pada akhirnya memutuskan untuk menikah," tutup Agus.

Waah waah, di saat banyak wanita-wanita cantik menginginkan pria mapan dan berpendidikan, justru di sana banyak pria mapan berpendidikan yang malah takut untuk segera membina keluarga. Mungkin Betul kata Agus, semakin terlalu menikmati kesendirian, akan membuat semakin lupa bahwa para pria pun seharusnya menikah untuk memberikan generasi penerus bangsa yang lebih terdidik, guna membangun bangsa agar lebih baik.

Mudah- mudahan di luar sana tidak tidak ada lagi pria lajang mapan dan berpendidikan yang masih saja takut dan resah dalam membina keluarga dalam ikatan pernikahan. Nikah itu menyenangkan, dan menikah itu ibadah. Dengan tujuan baik tersebut mudah-mudahan pria yang mapan namun masih berstatus lajang akan tersadar dan memilih untuk segera menikah.


Sumber : http://www.beritasatu,com/
loading...