Kanker: Beberapa Gejala, Pengobatan, dan Pernikahan

Kanker: Beberapa Gejala, Pengobatan, dan Pernikahan



Kanker merupakan penyakit yang ditakuti dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian. Istilah kanker itu sendiri digunakan untuk menyebut penyakit di mana sel-sel abnormal membelah tanpa kontrol dan mampu menyerang jaringan lain. Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh melalui darah dan sistem limfe (dharmais,co.id). Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua golongan umur meskipun lebih sering menimpa mereka yang berusia empat puluh tahun.

Jumlah penderita kanker di dunia pun cukup banyak. Sementara itu, di Indonesia, jumlah penderita kanker tergolong sangat tinggi. Bahkan, WHO (dalam deherba,com) menyatakan bahwa pada tahun 2030 akan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat. Jumlah penderita kanker yang meninggal juga kian memprihatinkan.

Mengingat bahaya penyakit kanker, penting kiranya bagi kita untuk mengenali ciri-ciri kanker. Seperti dilansir dari www.yayasankankerindonesia,org, terdapat tujuh gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kanker, yaitu:

1. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan,
2. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan,
3. Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh,
4. Terdapat benjolan (tumor) di payudara atau tempat lain,
5. Andeng-andeng atau tahi lalat berubah sifatnya, menjadi semakin besar dan gatal,
6. Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh, serta
7. Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh.

Sementara itu, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker, antara lain bahan kimia, penyinaran yang berlebihan, virus, hormon tertentu, serta makanan (misalnya yang telah lama tersimpan dan berjamur sehingga tercemar oleh aflatoxin yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker hati).

Kanker tentu berbahaya dan perlu segera ditangani serius secara medis. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan misalnya dengan pembedahan (operasi), penyinaran (radio-terapi), pemakaian obat-obat pembunuh sel kanker (kemoterapi), peningkatan daya tahan tubuh (imunoterapi), transplantasi organ, serta stem cell. Akan tetapi, tidak hanya secara medis, dukungan sosial dari seseorang yang dikasihi (dalam hal ini dari pasangan yang telah menikah) juga dapat meningkatkan usia harapan hidup pasien penderita kanker.

Dilansir dari nytimes.com, beberapa studi telah dilakukan dan menemukan bahwa menikah dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien kanker.

Dengan data dari California cancer registry, ilmuwan meneliti 783.167 pasien kanker dan 386.607 di antaranya meninggal dunia. Disebutkan pula bahwa dibandingkan dengan penderita kanker yang sudah menikah, risiko kematian dari lelaki penderita kanker yang belum menikah 27% lebih tinggi, dan pada wanita penderita kanker yang belum menikah 19% lebih tinggi. Meskipun telah dipertimbangkan pula faktor ekonomi, pasien kanker dari lelaki belum menikah tetap memiliki risiko kematian 22% lebih tinggi dibanding mereka yang telah menikah. Sementara pasien kanker dari wanita belum menikah memiliki risiko kematian 15% lebih tinggi. Hal tersebut membuktikan bahwa dukungan sosial berperan dan berpengaruh bagi usia harapan hidup pasien kanker.

Sumber:
dharmais,co.id
deherba,com
nytimes,com
yayasankankerindonesia,org
loading...