Menjadi Manusia Sehat: Menerapkan Pola Tidur yang Benar dan Sesuai Kebutuhan


Menjadi Manusia Sehat: Menerapkan Pola Tidur yang Benar dan Sesuai Kebutuhan

Bagi sebagian besar orang yang lebih mementingkan produktivitas, tidur seringkali tidak mendapat prioritas. Padahal, baik anak-anak maupun orang dewasa memiliki waktu tidur minimal yang harus dipenuhi sesuai tuntutan alami tubuh. Seperti dilansir dari Kompas.com, penulis studi Erica Prather dari Pusat Kesehatan Masyarakat di University of California mengatakan bahwa sedikit tidur karena kesibukan tidak akan berpengaruh dalam jangka pendek; tetapi berpengaruh untuk jangka panjang.



Waktu tidur yang sedikit dapat memiliki dampak langsung pada kesehatan kardiovaskuler, endokrin, dan fungsi kekebalan tubuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit dari waktu ke waktu. Diungkapkan pula oleh Prather (dalam Kompas.com) bahwa mereka yang bisa tidur sebentar atau kurang dari lima jam per malam cenderung tak memiliki banyak waktu untuk olah raga dan lebih mungkin untuk memilih makanan dengan gizi yang tidak ideal—sehingga dari waktu ke waktu, dapat memengaruhi kesehatan. Hal tersebut karena seiring dengan tubuh yang kelelahan, kemampuan otak untuk memilih makanan dengan bijak pun menurun.

Terkait dengan masalah memilih makanan, sebuah studi di Inggris baru-baru ini menemukan bahwa saat tubuh lelah karena kurang tidur, otak memberi rangsangan untuk memilih junk food. Selain itu, sebuah studi pada Mei 2011 juga menyebutkan bahwa kurang tidur membuat kita cenderung mengonsumsi makanan ringan dan mendorong lebih banyak konsumsi karbohidrat daripada protein. Sebuah studi pada Agustus 2013, University California, Berkeley,  juga menyatakan hal serupa.

Orang-orang yang memiliki waktu tidur pendek juga cenderung mengonsumsi lebih banyak kafein, alkohol, gula halus, karbohidrat olahan, daging olahan, dan lemak jenuh yang keseluruhannya itu bisa menimbulkan masalah terhadap kesehatan, khususnya kenaikan berat badan. Sebaliknya, sebuah studi menemukan bahwa orang yang tidur lebih cepat cenderung makan sedikit lemak jenuh sehingga memperkecil risiko kenaikan berat badan.

“Jika Anda pergi ke tempat tidur satu jam lebih awal, dan melakukannya secara konsisten selama setahun, menurut teori, ini bisa membuat berat badan turun sekitar 3 kilogram tanpa perlu adanya perubahan aktivitas,” ungkat Dr Kristin Aschbacher, seorang ilmuwan data di Jawbone, kepada HuffPost seperti dilansir dari Kompas

Tidak hanya waktu tidur, tidur yang lelap diperlukan pula dan penting bagi kesehatan. Tidur yang lelap atau nyenyak akan menjadikan kita bangun dalam keagaan segar pada keesokan harinya sehingga kita bisa melakukan berbagai aktivitas dengan santai dan tetap bugar. Selain itu, tidur yang nyenyak ternyata bermanfaat pula untuk menjaga kecantikan perempuan karena timbulnya jerawat dan wajah tampak kusam sepanjang hari boleh jadi diakibatkan tidur malam yang tidak nyenyak.

Oleh karena itu, selain memerhatikan waktu tidur, penting pula untuk memerhatikan posisi tidur karena tidur tidak nyenyak dapat diakibatkan oleh posisi tidur yang salah. Misalnya tidur dengan posisi tengkurap yang justru dapat memberikan efek buruk bagi tubuh. Seperti ditulis dalam Kompas.com, posisi tengkurap memberi tekanan ekstra pada leher dan tulang punggung; posisi ini juga bisa menekan otot perut sehingga berpotensi membuat badan pegal-pegal, tegang, kaku, pusing, serta perut mual. Posisi tidur yang baik adalah telentang. Selain tidak mengakibatkan hal-hal sebagaimana diakibatkan oleh posisi tidur tengkurap, tidur telentang juga dapat mengurangi kerutan-kerutan pada wajah karena kulit tidak mengalami tegangan.
   


Sumber: Kompas(dot)com

loading...