Pendarahan: Pengertian, Jenis, dan Penanganannya

Pendarahan: Pengertian, Jenis, dan Penanganannya

Pernahkah Anda mendengar istilah pendarahan? Atau Anda mungkin juga justru sudah pernah mengalami pendarahan.  

updateceria.com

1. Pengertian Pendarahan

Pendarahan itu sendiri berarti rusaknya pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh ruda paksa (trauma) atau penyakit.

2.  Jenis Pendarahan

Terdapat tiga klasifikasi sumber pendarahan, yaitu:

1.    Pendarahan nadi (arteri): darah berasal dari pembuluh nadi; keluar memancar sesuai dengan denyut nadi, berwarna merah terang karena masih kaya akan oksigen.

2.    Pendarahan balik (vena) : darah yang keluar dari pembuluh balik, mengalir, berwarna merah gelap. Walaupun terlihat lebih luas dan banyak, namun umumnya mudah dikendalikan.

3.    Pendarahan rambut:
berasal dari pembuluh kapiler, darah yang keluar perlahan, serta warnanya bervariasi antara merah terang seperti darah arteri dan gelap seperti darah vena.

Selain memiliki beberapa klasifikasi sumber, pendarahan juga memiliki beberapa jenis. Penanganan terhadap pendarahan pun disesuaikan dengan jenis pendarahannya.
Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

1.    Pendarahan Luar (Terbuka)

Pendarahan jenis ini merupakan pendarahan yang disertai kerusakan kulit di atasnya sehingga darah keluar dari tubuh dan terlihat jelas keluar dari luka tersebut. Terdapat tiga cara menangani pendarahan luar, yaitu:

a.    Tekan langsung: tekan bagian berdarah tepat di atas luka, beri penutup luka yang tebal pada tempat pendarahan, bila belum berhenti ditambah penutup lain tanpa melepas penutup pertama.
b.    Elevasi (dilakukan bersamaan langsung): tinggikan anggota badan yang berdarah, lebih tinggi dari jantung.
c.    Tekan pada titik tekan: bila cara kedua sebagaimana tersebut di atas tidak berhasil, perlu dilakukan cara ketiga, yaitu dengan cara menekan pembuluh nadi di atas daerah yang mengalami pendarahan.

2.    Pendarahan Dalam (Tertutup)

Berbeda dengan pendarahan luar, pendarahan jenis ini merupakan pendarahan yang tidak disertai kerusakan kulit di atasnya, sehingga darah tidak nampak dari luar. Lalu bagaimana bisa tahu jika terjadi pendarahan dalam?

Apabila Anda mengalami hal-hal di bawah ini, Anda perlu waspada akan kemungkinan terjadinya pendarahan dalam.

a.    Luka tusuk.
b.    Darah atau cairan keluar dari telinga atau hidung.
c.    Muntah atau batuk darah.
d.    Memar luas pada batang tubuh.
e.    Luka tembus dada dan perut,
f.    Nyeri tekan kaku atau kejang pada dinding perut.
g.    Buang air kecil atau buang air besar berdarah.
Penanganan terhadap pendarahan dalam atau apabila Anda curiga ada pendarahan dalam, yaitu:
a.    Baringkan dan istirahatkan penderita.
b.    Buka jalan napas dan pertahankan.
c.    Periksa berkala pernapasan dan denyut nadi.
d.    Perawatan syok apbila terjadi syok atau diduga akan menjadi syok.
e.    Jangan beri makan dan minum.
f.    Rawatlah cidera berat lainnya bila ada.
g.    Bila ada berikan oksigen.
h.    Rujuk ke fasilitas kesehatan.



 

3.  Penanganan Pada Penderita Pendarahan

Lalu, apabila orang di sekitar Anda ada yang mengalami pendarahan dan Anda menjadi orang yang melakukan pertolongan pertama pada orang tersebut, Anda perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini sebagai bentuk perlindungan terhadap infeksi penangan pendarahan.

1.    Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban.
2.    Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, ataupun makan sesuatu sewaktu memberi perawatan.
3.    Cucilah tangan setelah selesai merawat.
4.    Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda darah atau cairan dari tubuh korban.

Itulah tadi seputar pendarahan dan penangannya. Semoga bermanfaat. Salam sehat!^^

Sumber: catatan pribadi penulis.
loading...